Logo

Desa Kertasari

Kabupaten Lombok Timur

Home

Profil Desa

Infografis

Listing

IDM

Berita

Belanja

PPID

Dodol Tomat, Inovasi KARSAKERTA Tingkatkan Nilai Tambah  Hasil Pertanian Desa Kertasari

Dodol Tomat, Inovasi KARSAKERTA Tingkatkan Nilai Tambah Hasil Pertanian Desa Kertasari

Invalid Date

Ditulis oleh Admin Desa Kertasari

Dilihat 21 kali

Dodol Tomat, Inovasi KARSAKERTA Tingkatkan Nilai Tambah  Hasil Pertanian Desa Kertasari

Melimpahnya hasil panen tomat di Desa Kertasari, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, mendorong Kelompok KKN Kolaboratif KARSAKERTA membuat inovasi olahan pertanian. Pada 4 Agustus 2026, tim KARSAKERTA mendemonstrasikan pembuatan dodol tomat, salah satu upaya diversifikasi produk untuk menaikkan nilai jual tomat sekaligus jadi alternatif atas persoalan surplus hasil panen.



Foto bersama peserta diversifikasi olahan tomat (Dokumentasi tim KARSAKERTA)


Desa Kertasari dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi pertanian hortikultura yang cukup besar. Tomat menjadi salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan masyarakat dan menjadi bagian penting dalam aktivitas pertanian desa. Namun, tingginya produksi pada periode tertentu tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan petani.

Ketika panen berlangsung secara serentak, melimpahnya pasokan tomat dapat menciptakan ketidakseimbangan antara jumlah produksi dan daya serap pasar. Kondisi serupa juga dapat terjadi karena komoditas pertanian yang dihasilkan oleh wilayah sekitar relatif homogen. Akibatnya, harga tomat di tingkat petani berpotensi mengalami penurunan tajam. Dalam kondisi tertentu, harga tomat bahkan dapat berada di kisaran Rp2.000 per kilogram, sehingga petani menghadapi risiko kerugian ketika biaya produksi tidak sebanding dengan hasil penjualan.

Berangkat dari persoalan tersebut, tim KARSAKERTA memperkenalkan diversifikasi olahan tomat melalui pembuatan dodol tomat. Inovasi ini diarahkan untuk mengubah sebagian hasil panen segar menjadi produk olahan yang memiliki umur simpan dan nilai jual lebih tinggi. Dengan demikian, tomat tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas segar, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang memiliki peluang untuk dipasarkan secara lebih luas.

Dodol tomat dipilih dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku yang mudah diperoleh di Desa Kertasari serta karakter dodol sebagai pangan olahan yang telah dikenal luas oleh masyarakat. Sebelum pelaksanaan kegiatan, tim KARSAKERTA terlebih dahulu menyusun formulasi resep berbahan dasar tepung ketan dan jus tomat segar. Resep tersebut dikembangkan melalui penelusuran berbagai referensi dan beberapa kali uji coba untuk memperoleh komposisi serta cita rasa yang sesuai.

Demonstrasi pembuatan dodol tomat dilaksanakan di Balai Desa Kertasari dan diikuti oleh ibu-ibu kader, anggota PKK, serta perangkat desa sebagai perwakilan masyarakat. Tidak sekadar menyaksikan proses, peserta dilibatkan secara langsung dalam setiap tahapan pembuatan, mulai dari persiapan bahan hingga proses pengolahan. Pola pelatihan partisipatif tersebut diharapkan dapat memudahkan peserta untuk memahami sekaligus mempraktikkan kembali proses pembuatan secara mandiri.

Tidak berhenti pada aspek produksi, tim KARSAKERTA juga memperkenalkan dasar-dasar branding, pengemasan (packaging), dan strategi pemasaran. Pembekalan tersebut menjadi bagian penting agar inovasi olahan tomat tidak berhenti sebagai produk percobaan, tetapi memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk usaha. Kemasan yang menarik, identitas produk yang kuat, serta strategi pemasaran yang tepat diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan nilai jual dodol tomat di pasaran.



Foto antusias ibu-ibu membuat dodol saat pelatihan diversifikasi olahan tomat (Dokumentasi tim KARSAKERTA)


Melalui pelatihan diversifikasi olahan tomat ini, tim KARSAKERTA berharap masyarakat Desa Kertasari, khususnya ibu-ibu kader dan PKK, dapat mengembangkan dodol tomat sebagai salah satu produk unggulan desa. Dengan pemahaman mengenai branding, pengemasan, dan pemasaran yang telah dibagikan, produk ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus menjadi solusi atas persoalan harga tomat yang kerap anjlok saat panen melimpah.

Bagikan:

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Logo

Desa Kertasari

Kecamatan Labuhan Haji

Kabupaten Lombok Timur

Provinsi Nusa Tenggara Barat

© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia